Selamat Datang di Bank Sampah "Mulya Sejahtera", Malam ini kami persiapan administrasi lomba kota sehat dan LBS tingkat prov Jawa Tengah , Mohon Doa Restu semua warga Kota Semarang, Jangan lupa dukung kami ya, kami cuma mendapat gaji BCA(Bank Central Akherat)




Bank Sampah “Mulya Sejahtera” (BSMS) – Kecamatan Gunungpati Kota Semarang


A. Pendahuluan

BSMSS adalah Bank Sampah“Mulya Sejahtera”  yang diresmikan oleh Ibu Camat Gunungpati, Ibu Bambang Pramusinto  pada tanggal 10 Maret  2013. Sebelum didirikannya BSMSS di Kelurahan Plalangan  belum ada lembaga yang menangani pengelolaan sampah dari hulu dan hilir atau secara keseluruhan/komprehensif dan berkesinambungan. Hal ini disebabkan belum adanya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang memiliki nilai tambah secara sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Ada beberapa kelompok yang peduli lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah tetapi belum ada suatu wadah/lembaga yang mendampinginya, sehingga proses pengelolaan sampah tidak effektif. Pengelolaan sampah di kelurahan Plalangan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah beserta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul – angkut – buang menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah

Beberapa hal yang melatar belakangi didirikannya BSMS adalah sebagai berikut:

1) Lapangan :
● Selama ini penerapan pengelolaan sampah adalah dari sumber (rumah tangga/masyarakat) langsung dibuang ke tong sampah dan selanjutnya dibuang atau dibakar.Belum ada proses pengelolaan sampah dengan menggunakan metode 3 R (Reduce, Reuse dan Resycle) dari sumber. Sampah RW 01 kelurahan Plalangan mencapai 20kg – 50 kg perhari.
 ● Beberapa masyarakat sadar lingkungan telah memilah sampah pada sampah basah dan sampah kering, tetapi oleh petugas gerobak dicampur kembali karena komposisi warga yang memilah dan yang tidak memilah hanya sebagian kecil yang memilah selain fasilitas gerobak yang belum ada pemisahnya.
● Beberapa warga dalam lingkup RT ada yang telah mengumpulkan sampah kering untuk dijual tetapi belum maksimal karena belum ada administrasi menabung dan mereka belum mengetahui potensi ekonomis sampah.
● Terbentuknya BSMSS  Tahun 2013 yang dilahirkan oleh KWT “ Mulya Sejahtera” telah membantu untuk mensosialisasikan masyarakat tentang linkungan terutama sosialisasi pengelolaan sampah, tetapi hanya sebatas himbauan dan penyadaran, tetapi belum dalam tahap implementasi secara menyeluruh dalam pengelolaan sampah dari hulu (sumber sampah) sampai hilir (pemasaran).

2) Sosial :
● Sebagian besar masyarakat belum peduli terhadap pengelolaan sampah dan walaupun ada pengelolaan sampah masih bersifat individual dan belum terorganisir secara terpadu, sehingga intensitas kebersamaan dalam social kemasyarakatan sangat rendah.

3) Ekonomi
● Belum ada nilai ekonomis terhadap pengelolaan sampah, selain masyarakat belum paham terhadap pengelolaan sampah yang mempunyai nilai ekonomis dengan 3 R dan sebagian besar kesadaran terhadap pengelolaan sampah masih rendah dikarenakan masyarakat masih menganggap bahwa sampah merupakan sisa dari sebuah proses yang tidak diinginkan dan tidak mempunyai nilai ekonomis.

4) Lingkungan
● Masih adanya masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya terutama di sungai/saluran dan dibakar yang menyebabkan lingkungan menjadi kotor,timbulnya berbagai macam penyakit, pencemaran lingkungan dan rusaknya ekosistem.
 B. Tujuan Pendirian BSMSS
             Mendirikan Bank Sampah Mulya Sejahtera (BSMS)  sebagai wadah untuk membina, mengumpulkan
             dan pengelolaan sampah rumah tangga yang bertujuan :
1) Aspek Lingkungan
● Membantu Pemerintah Kota Semarang  dalam mengurangi volume sampah yang ada di Kota Semarang  terutama di TPS dan TPA , dimana saat ini sampah yang dibawa ke TPA JATIBARANG.
● Merubah cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap sampah, dimana dahulu sampah dijauhi atau dimusuhi, sekarang didekati dengan mengolah dan memanfaatkannya serta menjadi Rupiah dengan ditabung di BSMSS. Diharapkan masyarakat nantinya tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama pada sungai dan saluran/drainase. Dari beberapa unit BSMS yang berada di sekitar sungai telah merubah wajah sungai menjadi sungai yang bersih dari sampah karena masyarakat tidak membuang sampah di sungai tetapi di BSMS untuk sampah an-organik dan yang sampah organic untuk kompos.
 2) Aspek Sosial,
● yaitu muncul rasa kepedulian dan kegotong-royongan masyarakat dengan dibentuk Unit BSMS dimasing-masing RT/RW dan kelurahan untuk membentuk lingkungannya menjadi bersih dan sejuk. Dari survey lapangan di beberapa tempat masyarakat yang terbentuk dalam unit BSMSS ditingkat RT/RW telah memotivasi RT/RW lainnya untuk bergabung dengan BSMS karena melihat langsung hasil atau manfaat dari pengelolaan sampah dari unit BSMS tersebut.
 3) Aspek Pendidikan,
● yaitu terdapat pendidikan lingkungan pada masyarakat dan siswa-siswa sekolah yang tergabung dalam unit BSMS akan mengetahui bahaya dari sampah yang tidak terolah dan manfaat sampah dari pengelolaan sampah yang langsung dari sumber (rumah tangga).
 4) Aspek Pemberdayaan,
● yaitu terdapat pemberdayaan di semua unsur ditingkat keluarga (bapak/ibu, anak-anak) sampai di tingkat lingkungan RT/RW dengan bergabung dalam unit BSMS dalam pengelolaan sampah dari sumber (rumah tangga).

5) Aspek Ekonomi Kerakyatan,
● yaitu terdapat sistem menabung sampah yang dihargai rupiah oleh BSMS  disemua kalangan masyarakat yang tergabung dalam unit BSMS menabung  pakai sampah . Selain itu akan menambah lapangan kerja baru akibat dari pengelolaan sampah tersebut terutama pada ibu-ibu rumah tangga dan karang taruna.

Manajemen BSMS secara umum adalah :

● Nasabah BSMS terdiri dari Individu yang langsung ke Kantor BSMSS dan juga terbentuk dalam Unit BSMSS yang sampahnya diambil di lokasi.
 ● Untuk pembentukan unit BSMS untuk masyarakat minimal adalah 20 orang/KK dan untuk sekolah adalah 40 siswa/guru/pegawai.
 ● Pembentukan unit BSMS harus membentuk pengurus terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
 ● Pengurus Unit BSMS akan menimbang sampah anggotanya dengan sudah terpilah sesuai yang ditetapkan dan mencatat ke Buku Tabungan Anggota dan Buku Induk Pengurus.
 ● Sampah yang dikumpulkan oleh unit BSMS akan diambil oleh Petugas BSMS Pusat .
 ● Petugas BSMSS akan menimbang sampah unit BSMS dan mencatat dalam Buku Tabungan Kelompok dan Memberikan Nota Hasil Penimbangan.
 ● Salinan Nota Hasil Penimbangan oleh Petugas BSMS akan diserahkan kepada Petugas Teller BSMS dan
ditimbang ulang berdasarkan hasil dari nota tersebut.
 Tabungan yang ada di BSMSS meliputi :
1. Tabungan Lebaran, diambil pada waktu menjelang lebaran untuk kebutuhan saat merayakan hari raya.
2.  Tabungan Sekolah, diambil pada waktu ajaran sekolah untuk kebutuhan tahun ajaran baru siswa.
3. Tabungan Lingkungan, yaitu tabungan dari hasil penjualan kompos.
 Motto BSMSS :
“ Dulu Sampah sekarang Berkah”
“SMS(Sampah Membuat Sejahtera” )

Harga sampah yang dihargai oleh BSMS sementara ini hanya pada sampah an-organik recycleable (plastic, kertas, kaca dan logam) kurang lebih ada 60 jenis sampah an-organik, tetapi kedepan BSMSS juga akan membeli sampah organic dalam bentuk kompos yang dibuat oleh unit BSMS
● Pengurus unit BSMS akan menghargai sampah anggotanya dengan harga anggota dan tertulis di buku tabungan anggota.
● Untuk sampah yang terkumpul dalam unit BSMS akan dihargai oleh BSMS dengan harga BSMS dan tertulis di buku tabungan unit BSMS, dimana selisih harga diperuntukan untuk pengurus unit BSMS untuk memotivasi pengurus memberikan pelayanan kepada anggotanya.
 Nasabah
Jumlah Nasabah BSMS sejak dibuka pada 10 Maret  2013  sudah mencapai 150  nasabah terdiri dari Unit Masyarakat , Unit Sekolah 5  Sekolah, Instansi , Individu 50 orang Jumlah nasabah BSMS dengan pengambilan rata-rata perminggu  lokasi kelompok dengan  armada mobil pic up dan kapasitas rata-rata sampah yang diambil + 1 ton. Dan ini akan bertambah dengan aktifnya kelompok-kelompok yang masih tahap pembelajaran pemilahan.
Yang terlibat dalam BSMS
a. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kecamatn Gunungpati
b. Badan Lingkungan Hidup (BLH)
c. Dinas Pendidikan Kecamatan Gunungpati
e. Ibu – Ibu PKK kelurahan Plalangan
f. Kecamatan, Kelurahan dan RW/RT
g. Kader Lingkungan
h. para pengiat lingkungan

Strategi yang dilaksanakan
1. Pembelian Sampah Organik dalam bentuk Kompos, BSMSS masih mencari pemasaran dan pembelajaran komposisi kompos yang layak jual dipasaran selain sampah an-organik yang sudah dilaksanakan.
2. Pemberdayaan Ekonomi dengan system kemitraan pada pembelian mesin pencacah plastic yang diarahkan mendapat bantuan dari danah hibah kelurahan kepada kelompok binaan, BSMSS akan mendampingi dari awal sampai produksi dan hasilnya akan dibeli oleh BSMSS.
3. BSMSS akan melakukan inovasi pada produksi plastic dan kertas untuk meningkatkan nilai jual sampah yang dibeli dari kelompok binaan apabila mendapat bantuan dari pihak-pihak terkait untuk sarana dan prasarannya. Saat ini hanya produksi pada mesin pencacah plastik bantuan belum ada bantuan .
4. Strategi jangka panjang yang akan BSMSS terapkan adalah :
o Dari sekolah kembali kesekolah yaitu penyediaan produk yang dibutuhkan oleh sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar misalnya buku tulis, penggaris, pulpen dsb yang pembuatannya berasal dari sampah kelompok binaan sekolah.
o Dari Instansi ke Instansi yaitu penyediaan produk yang dibutuhkan oleh Instansi sebagai penunjang kegiatan operasional instansi, misalnya kertas HVS, ATK dsb.
o Dari Masyarakat ke Masyarakat yaitu penyediaan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat misalnya tempat nasi, pot, dsb. Diharapkan dengan strategi ini maka BSMSS bisa menyediakan produk yang dibutuhkan oleh kelompok binaan dengan harga ekonomis/terjangkau.
 Data/ Informasi Bank Sampah “Mulya Sejahtera”
1.       Nama Bank Sampah
Mulya Sejahtera
2.      Alamat

Kantor Pusat : Plalangan Krajan Rt 04/Rw 01
Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati
3.      Dasar Pendirian
4.      Waktu Pendirian/ Peresmian
10 Maret 2013
5.      Kepengurusan
Pelindung : Ibu Camat Gunungpati
Ketua : Sri Mulyani, S.Pd
Sekertaris : Roziati
Bendahara : Muntofiah
Petugas      :
                     Purwandhi
                     Ismiyanto
                     Adib
                     Warji
                     Subhan
6.      Bentuk Organisasi
Sosial
7.      Wilayah Kerja/ Pelayanan
Kecamatan Gunungpati
8.       Jumlah Penabung

(1). Masyarakat : 10   Unit BSMS
(2). Sekolah : 10  Unit BSMS
(3). Instansi : 10
(4). Individu : 100
Jumlah Nasabah : 168
Aktif : Masyarakat: 80 %, Sekolah : 60 %, Instansi Dan Individu : 100 %

9. Jumlah Tenaga Kerja

Di BSMS PRIA : 5 Orang dan Wanita : 5 ORANG
Tenaga Kerja Di Tiap Unit BSMS Minimal : 3 Orang

10. Jumlah sampah terkelola peminggu rata-rata.

Kertas :     Kg
Plastik :    Kg
Logam :    Kg
Kaca/ botol :     Kg
Jumlah :      Kg
Sampah Organik PerBulan :    Kg (di unit BSMS)

11. Omzet perminggu rata-rata

Perhari: Rp. 200.000,-

12. Jenis Kegiatan dan Produk yang dihasilkan

Lampirkan data foto produk

13. Produk Lain yang dihasilkan

Produk Daur Ulang Sampah:
Kompos :

14. Kegiatan Pameran

Bank Sampah memiliki ruang pamer produknya














Semarang , 10 Maret 2013
             Direktur,



 Sri Mulyani, S.Pd
1.      Nama Bank Sampah
Mulya Sejahtera unit SMA 1 Ungaran
2.      Alamat

Kantor  : SMA 1 Ungaran
Jl. Diponegoro 42 Ungaran
Telp: (024) 6921101
3.      Dasar Pendirian

4.      Waktu Pendirian/ Peresmian
23 Maret 2013
5.      Kepengurusan
Pelindung : Dra Dewi Pramuningsih,M.Pd
Pembina   : Drs. Hartanto,Msi
Ketua : Drs Aris Guswandi
Sekertaris : Yuniarti Ida Nursanti, S.T
Bendahara : Sri Mulyani,S.Pd
Seksi Publikasi : Dra Ana Sayiah
Pembantu Umum : Hasni
                                    Andi Untoro
6.      Bentuk Organisasi
Sosial
7.      Wilayah Kerja/ Pelayanan
SMA 1 Ungaran
8.       Jumlah Penabung

(1). Guru  : 25 0rang
(2)Pengurus Osis
(3) Cleaning servis 5 orang

9. Jumlah Tenaga Kerja

Di BSMS unit SMA 1 UNGARAN : 2 ORANG













10. Jumlah sampah terkelola peminggu rata-rata.

Kertas :     Kg
Plastik :    Kg
Logam :    Kg
Kaca/ botol :     Kg
Jumlah :      Kg
Sampah Organik PerBulan :    Kg (di unit BSMS)

11. Omzet perminggu rata-rata

Perhari: Rp. 250.000,-

12. Jenis Kegiatan dan Produk yang dihasilkan

Lampirkan data foto produk

13. Produk Lain yang dihasilkan

Produk Daur Ulang Sampah:
Kompos :

14. Kegiatan Pameran

Bank Sampah memiliki ruang pamer produknya



Komentar